Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

OS Fuchsia New Operation System, Pengganti Android?

  OS Fuchsia cukup lama disebut-sebut sebagai sistem operasi yang akan menggantikan Android. Padahal Android sendiri kini menjadi sistem operasi yang mendominasi pengguna smartphone di seluruh dunia. Namun apa itu Fuchsia dan apa kemungkinan yang menjadi pertimbangan Google mengganti Android dengan Fuchsia?


Google telah mengerahkan sekelompok kecil teknisi selama lebih dari dua tahun untuk mengerjakan 
software, yang diharapkan mampu menggantikan Android. Namun ketika tim itu tumbuh, mereka harus mengatasi debat internal yang cukup sengit terkait bagaimana software akan bekerja.

CEO Google Sundar Pichai memang telah mengatur perusahaan menuju layanan intelijen buatan yang mampu menjangkau konsumen dimanapun. Namun sistem operasi utamanya, yaitu Android hanya bergantung pada sejumlah mitra hardware yang dinilai tak bisa bertahan lama.  

    Namun berdasarkan laporan Bloomberg, anggota tim Fuchsia telah memiliki rencana besar yaitu membuat sistem operasi tunggal yang mampu menjalankan semua gadget internal perusahaan seperti ponsel Pixel dan speaker pintar Gooogle Home, serta perangkat pihak ketiga yang saat ini mengandalkan Android atau Chrome OS.

Secara publik, Google menyebut Fuchsia contoh dari pendekatan freewheeling untuk produk kreatif. "Google memandang eksperimen open-sourrce ini sebagai investasi dalam inovasi," kata juru bicara perusahaan melalui email. Pada 2015, Lockheimer mengatakan melalui postingan di blog bahwa perusahaan tak berencana untuk mengganti sistem operasi Chrome dengan Android, dimana pernyataan itu juga berlaku saat ini.

Namun Fuchsia lebih dari upaya dasar. Pichai bahkan telah menyuarakan dukungannya secara internal. Fuchsia kini diketahui memiliki lebih dari 100 orang yang bekerja termasuk staf software Matias Duarte, seorang eksekutif desain yang memimpin beberapa proyek rintisan Google dan perusahaan lainnya. 

Fuchsia juga dirancang untuk menyaingi iPhone Apple. Saat ini Android yang dikembangkan juga tak dibangun untuk menangani jenis aplikasi yang mengaktifkan suara, sebagaimana dipandang Google sebagai masa depan komputasi. Oleh karenanya Fuchsia dikembangkan dengan interaksi suara. Desainnya juga lebih fleksibel karena menyesuaikan dengan berbagai ukuran layar sehingga bisa diaplikasikan di televisi, mobil, lemari es atau dimanapun Google menyebarkan software-nya.

Keuntungan lainnya dari Fuchsia yaitu menawarkan tantangan teknis bagi peretas open-source. Dalam proyek ini Google menempatkan beberapa personel senior guna menjaga keamanan sistem operasi barunya itu. Demikian dilansir Bloomberg.

Post a Comment for "OS Fuchsia New Operation System, Pengganti Android?"